Memasang kabel: tarik dari pin ke pin, atau ketuk pin pertama lalu pin kedua. Untuk melepas, ketuk pasangan pin yang sama lagi (pin 1 lalu pin 2); pin 1 lalu pin 3 membuat kabel baru, dan melepasnya dengan cara yang sama. Pin yang bertegangan (+12 V) menyala kuning; kabel yang dialiri ada aliran animasi. Jika +12 V bertemu massa, muncul peringatan KORSLET. Beban baru menyala setelah kabel (+) dan kabel negatif (E) sama-sama terpasang.
| Komponen | Cara kerja di simulator |
|---|---|
| Fuse/sekring + Baterai | Kotak BATT: tiga baris pin merah (kiri = INPUT, kanan = OUTPUT) dan baris 15 / B+ (15 = petunjuk input, B+ = petunjuk output) bekerja sama seperti sekring biasa: input dan output satu baris tersambung. Tidak ada yang otomatis bertegangan. Satu-satunya sumber +12 V adalah B+ di pojok kanan bawah. 5 pin baris IG saling terhubung dan hanya bertegangan jika kunci ON dan kunci dikabel dari B+ pojok. Urutan: IG kunci, lalu IG bawah sekring, lalu input sekring. |
| Massa (E) | Sumber massa: 6 pin hitam kolom kiri dan 5 pin hitam kolom kanan (MASSA). Pin E milik lampu, klakson, flasher, lampu kabut, lampu plat nomor dan motor wiper harus dikabel ke pin massa itu. Selama E belum terpasang, beban tidak menyala. |
| Saklar kombinasi | Tuas kanan: ketuk ujung tuas = putar lampu (OFF / TAIL / HEAD); ketuk badan tuas = sein atas/bawah (netral / kiri / kanan); tombol kecil DIM = tuas dim (N = netral/dekat, J = jauh, T = tembak). Tuas kiri: wiper atas/bawah (OFF / LOW / HIGH). Kotak segitiga di tengah = hazard. Tombol H di bawahnya = klakson. Tiga pin 30 hanya input dan tidak saling terhubung: 30 atas = input lampu utama, 30 tengah = input TAIL, 30 bawah = input hazard. TAIL kiri & kanan: tersambung ke 30 tengah saat lampu TAIL atau HEAD. L (atas) = lampu dekat: tersambung ke 30 atas saat HEAD dan dim netral. H (atas) = lampu jauh: tersambung ke 30 atas saat HEAD dan dim J / T. L/F = input kedip dari terminal L flasher; diteruskan ke L (sein kiri) atau R (sein kanan) sesuai tuas / hazard. Pin 15 = jalur IG (lewat flasher). Hazard: 30 bawah tersambung ke B/F. H (bawah) = klakson, saat ditekan tersambung ke massa (Active LOW) untuk memicu pin 85 relay. |
| Pin wiper | Dari saklar wiper (kotak kiri): pin 30 tersambung ke L (LOW), H (HIGH) atau 0 (OFF) sesuai tuas kiri; tombol bulat di kotak ini ikut mengganti posisi. Menuju wiper (baris 30, L, H, 0, E): hubungkan L, H, 0 dari kotak kiri, dan E ke massa. Motor berputar pelan jika L dapat +12 V, cepat jika H. |
| Relay (4 buah) | Koil aktif jika 86 mendapat +12 V dan 85 terhubung massa. Saat aktif, 30 ↔ 87 tersambung (LED relay menyala). |
| Flasher | B diberi +12 V dan E ke massa. Pin L baru berdenyut jika L dikabel ke L/F dan tuas sein atau hazard digerakkan. |
| Switch rem | Pin 30 ↔ 15 tersambung saat pedal diinjak. Ketuk batang hitam untuk injak / lepas. |
| Knob & kunci | Saklar ON/OFF biasa: knob (30 ↔ 15), kunci kontak (IG ↔ 15) saat ON. Knob di samping kunci dipakai sebagai saklar lampu mundur. |
| Lampu plat nomor | Menyala jika pin 15 mendapat +12 V (misal dari pin TAIL) dan E terpasang massa. |
| Klakson | Berbunyi jika pin 30 mendapat +12 V dan pin E terpasang massa. |
| Lampu kabut (bulat atas) | Menyala jika pin 30 mendapat +12 V dan E terpasang massa. Punya relay sendiri, dipicu bersama lampu jauh (H saklar kombinasi). |
| Lampu | Menyala jika pin sinyalnya mendapat +12 V dan pin E terpasang massa. Lampu kepala: L = dekat, H = jauh. Lampu kota/sein dan lampu belakang: LK = lampu kota, S = sein, REM = rem, R = mundur. |
Pemetaan pin saklar kombinasi mengikuti petunjuk. Jika di alat Anda berbeda, ubah di fungsi build() pada bagian script.